PERSAMI X RUANG TALENTA: Strategi Bangun Portofolio Karier dan Atasi Competency Gap di Bangku Kuliah

PERSAMI X RUANG TALENTA: Strategi Bangun Portofolio Karier dan Atasi Competency Gap di Bangku Kuliah

Zoom Meeting, Berita Pusat Karier UIN Jakarta  — Pusat Karier UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berkolaborasi dengan PT Ruang Talenta Optima menyelenggarakan webinar dengan tema “Future Skills: What Companies Expect from Tomorrow’s Professionals”. Acara ini bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan teknologi dan dinamika dunia kerja yang berubah dengan pesat.

Acara ini dibuka dengan sambutan oleh Kepala Pusat Karier UIN Jakarta, Muhammad Kholis Hamdy, S.Sos.I., M.Int.Dev. yang menekankan bahwa para pencari kerja tidak bisa hanya mengandalkan status kelulusan akademik semata. Mahasiswa harus menyiapkan kompetensi secara komprehensif agar mampu diserap oleh dunia industri.

"Oleh karena itu, kalian harus menyiapkan diri dengan baik. Tidak hanya Ready to Graduate, tetapi benar-benar Ready to Work or Ready to Lead. Mahasiswa harus cermat merenungkan skill esensial apa yang menjadi penentu keberhasilan karier di masa depan," tegas Bapak Hamdy. 

Narasumber utama pada webinar ini, Silmina Fauziyah, M.Psi., selaku CEO PT Ruang Talenta Optima sekaligus Psikolog, memaparkan fakta mengenai pergeseran tren pekerjaan global yang berubah drastis. Menurutnya, kehadiran kecerdasan buatan (AI) memang akan menggantikan pekerjaan yang bersifat repetitif dan rutin. Meski demikian, ia meminta mahasiswa untuk tetap optimis.

"Perubahan dunia kerja karena teknologi tidak hanya menghilangkan pekerjaan, tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan baru. Namun, yang berubah adalah skill set yang dibutuhkan," jelas Ibu Silmina. 

Untuk memenangkan persaingan, mahasiswa harus mengatasi competency gap (kesenjangan kompetensi)  antara keahlian yang dimiliki saat ini dengan kebutuhan industri. Keseimbangan penguasaan hard skill dan soft skill menjadi kunci utama untuk bertahan di era sekarang.

"Di era saat ini Soft Skill menjadi sangat krusial. Hard skill bisa dipelajari dengan cepat saat tren berubah, tetapi soft skill adalah kemampuan menjadi manusia yang tidak bisa digantikan oleh mesin," tegasnya.

Beliau juga membagikan strategi bagi mahasiswa untuk membangun portofolio karier sejak dini. Menurutnya, karier tidak hanya ditemukan, tetapi harus dibangun layaknya personal branding melalui eksplorasi minat di organisasi, kepanitiaan, proyek kuliah, maupun magang.

"Pengalaman-pengalaman tersebut adalah modal portofolio yang sangat berharga untuk mengecek Competency Gap antara skill yang kita punya dan yang dibutuhkan industri," ujar Ibu Silmina. 

Webinar ini juga diwarnai dengan sesi tanya jawab yang interaktif, di mana para peserta antusias menggali strategi menjadi generalis di awal karier hingga cara menghadapi rekan kerja yang minim soft skill. Rangkaian acara ini kemudian ditutup dengan sesi skrining kesiapan karier interaktif. Melalui sesi tersebut, seluruh peserta mahasiswa diajak mengukur secara langsung tingkat kepedulian (concern), kontrol (control), rasa ingin tahu (curiosity), dan kepercayaan diri (confidence) mereka dalam menyongsong karier profesional di masa depan. 

 

(Nayla M./Sumber Gambar: Dok. Internship Pusat Karier UIN Jakarta)