Green Career Gate: Bijak dalam Memilih Perusahaan yang Ramah Lingkungan

Green Career Gate: Bijak dalam Memilih Perusahaan yang Ramah Lingkungan

Jakarta – Pusat Karier UIN Jakarta bekerja sama dengan komunitas mahasiswa Green Career Gate dalam diskusi lingkungan bertajuk “Green Future Talks”. Acara tersebut membuka ruang diskusi bagi mahasiswa untuk memberikan perhatian khusus terhadap isu lingkungan. Kegiatan tersebut berlangsung pada hari Jumat, 18 September 2026, di Teater Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Jakarta.

Pembukaan acara diawali dengan sambutan oleh Kepala Pusat Karier, Muhammad Kholis Hamdy, yang memaparkan tentang pentingnya peran konsep sustainable (berkelanjutan) di lingkungan kerja, karena sangat berpengaruh terhadap lingkungan sekitar tempat bekerja. "Di manapun kalian akan berkarier, saya rasa nilai eco-career bisa tidak hanya menjadi wawasan tetapi juga skills yang secara global menjadi tuntutan," tegasnya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh mahasiswa yang telah menghadiri kegiatan tersebut untuk berdiskusi bersama.

Selanjutnya, sambutan dilanjutkan oleh Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Prof. Gun Gun Heryanto, yang sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia mengatakan bahwa kegiatan Green Career Gate ini merupakan sebuah gerakan sosial social movement yang berdampak besar bagi kepentingan ekonomi masyarakat maupun dalam menyikapi kebijakan-kebijakan yang tidak ramah lingkungan. "Saya berharap mahasiswa FDIKOM dan umumnya dapat mengambil manfaat wawasan yang sangat krusial dan kontemporer pada saat ini," tuturnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua LPM UIN Jakarta, Prof. Khamami, menyampaikan bahwa diskusi lingkungan hidup ini sangat menarik sebab dikaitkan dengan perspektif baru, yaitu bagaimana karier dilihat secara green. Ia juga merasa topik ini harus disampaikan dalam ruang diskusi mahasiswa agar mereka memiliki wawasan yang luas mengenai hubungan antara karier dan lingkungan itu sendiri. "Dalam maqashid syar'iyyah ada tambahan prinsip yaitu Hifdzul Bi'ah (حفظ البيئة) adalah konsep dalam Islam yang berarti menjaga dan memelihara lingkungan hidup, oleh karena itu sebagai mahasiswa UIN Jakarta wajib mengetahui prinsip ini," pungkasnya.

Sesi diskusi ini dihadiri oleh tiga orang narasumber yang aktif bergerak di bidang lingkungan hidup, di antaranya perwakilan dari Green Career Gate, Greenpeace Indonesia, dan UKM Ranita UIN Jakarta. Masing-masing perwakilan menyuarakan pendapat tentang kondisi lingkungan dan krisis iklim di Indonesia saat ini. Para narasumber juga menegaskan pentingnya memilih perusahaan atau tempat berkarier yang mendukung kelestarian lingkungan (environmental sustainability) dengan baik.

President Director Green Career Gate, Derifa Rizativa, mengatakan bahwa penting bagi perusahaan yang sehat untuk sadar akan ketentuan ramah lingkungan di sekitar tempat kerja, karena hal tersebut sangat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat di lingkungan sekitar. Ia juga menekankan bahwa prinsip idealisme dan kesadaran terhadap lingkungan tidak hanya diperlukan saat menjadi mahasiswa saja, melainkan harus diteruskan dalam kehidupan setiap individu.

Sementara itu, perwakilan UKM Ranita, Iqbal, mengingatkan peran kita sebagai manusia untuk menjaga lingkungan sebagai khalifah di muka bumi. Manusia sudah pasti bertanggung jawab atas keberlangsungan lingkungan tempat tinggalnya, yakni dengan menjaga kelestarian serta lebih peduli terhadap keberlanjutan.

Pada penutupan diskusi, perwakilan Greenpeace Indonesia, Naba Hudani, mengingatkan pentingnya kesadaran kita sebagai konsumen dalam menghindari produk sekali pakai yang kerap mengecoh melalui klaim "terbuat dari bahan alami", padahal justru menambah volume sampah dan menjadi tidak ramah lingkungan. Ia juga berpesan agar pola pikir keberlanjutan (sustainable mindset) tertanam dalam diri setiap individu, sehingga prinsip keberlanjutan dapat terus dijalankan dan diyakini.