Kenali Ekosistem dan Tata Kelola Tracer Study, Pusat Karier UIN Jakarta Sambut Kunjungan Pusat Karier UIN Sumatera Utara

Kenali Ekosistem dan Tata Kelola Tracer Study, Pusat Karier UIN Jakarta Sambut Kunjungan Pusat Karier UIN Sumatera Utara

 

JAKARTA – Membantu transisi mahasiswa menuju dunia profesional merupakan sebuah tantangan besar bagi perguruan tinggi. Hal inilah yang menjadi diskusi utama dalam pertemuan antara Pusat Karier UIN Jakarta dengan perwakilan dari UIN Sumatera Utara pada Senin (3/8/2026). Pertemuan lintas kampus ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum untuk saling membedah sistem dan infrastruktur pendukung karier mahasiswa yang ada di kampus masing-masing.

Pada sesi awal, Pusat Karier UIN Jakarta memperkenalkan ekosistem yang sudah dibangun sejak tahun 2016. Kami menjelaskan kepada rekan-rekan dari Sumatera Utara, bahwa unit ini tidak hanya berfungsi sebagai papan pengumuman lowongan kerja. Lebih dari itu, Pusat Karier hadir dengan berbagai divisi yang terstruktur, seperti Data Specialist, Editorial Publish Management, Project Management, Administration, Social Media Creative, hingga Public Relation. Berbagai program kerja pun dijalankan untuk menjembatani mahasiswa dengan dunia profesi, seperti pelaksanaan Job Fair, Campus Hiring, pelatihan Career Preparation, hingga penyediaan layanan Pekan Konseling sebagai ruang dukungan bagi mahasiswa.

Namun, arah diskusi dengan cepat mengerucut pada Tracer Study. Bagi sebuah universitas, pelacakan alumni adalah hal yang krusial untuk mengevaluasi mutu pendidikan, menyelaraskan kurikulum dengan dinamika industri, dan menjadi tolok ukur standar akreditasi oleh BAN-PT. 

“Mengelola Tracer Study ini tantangan terbesarnya memang ada di pengumpulan data, karena kita berhadapan dengan ribuan alumni. Makanya, kami menyambut baik kehadiran rekan-rekan dari UIN Sumatera Utara. Lewat pertemuan ini kita bisa saling sharing praktik terbaik dan kendala di lapangan, agar sistem pendataan di kampus masing-masing bisa semakin optimal,” ujar Kepala Pusat Karier UIN Jakarta, Muhammad Kholis Hamdy.

Hal ini sejalan dengan ketertarikan Tim UIN Sumatera Utara untuk menggali lebih dalam terkait operasional pengumpulan data berskala besar tersebut.

Secara teknis, Tracer Study ini dipegang langsung oleh divisi Data Specialist (DS) Pusat Karier yang bertindak sebagai general manager pelaksanaannya. Diskusi berlangsung cukup mendalam ketika membahas Standar Operasional Prosedur (SOP) pengelolaan data mentah alumni melalui sistem Pustipanda. Tim DS menjelaskan secara langsung teknis mereka, mulai dari melakukan email blasting, memperlihatkan teknis pengisian survei, hingga aktivitas data matching untuk memisahkan data alumni yang sudah mengisi dan yang belum. Setiap pekan, tim DS akan melakukan monitoring persentase pengisian dan mengeksekusi strategi follow-up agar target partisipasi alumni tercapai.

Pemaparan teknis ini direspons dengan sangat positif oleh pihak UIN Sumatera Utara yang diwakili oleh Dr. Ryandi, M.Ud (Kepala Pusat Tracer Study & Karier) dan Ardiansyah, M.Kom (Staf Administrasi LPM).

“Kami melihat Pusat Karier UIN Jakarta sudah memiliki sistem tata kelola Tracer Study yang sangat terstruktur. Kunjungan ini memberikan wawasan teknis dan operasional yang sangat berharga untuk nantinya kami adaptasi dan kembangkan lebih lanjut di UIN Sumatera Utara,” ungkap Dr. Ryandi.

Di balik kelancaran operasional teknis tersebut, kesuksesan pendataan ini juga ditopang secara kuat oleh kerja sama yang baik antar stakeholder di lingkup internal kampus. Struktur kerja Tracer Study melibatkan sinergi berkelanjutan antara Pusat Karier, jajaran Dekanat, Program Studi (Prodi), KKN, hingga Person in Charge (PIC) di masing-masing angkatan fakultas. Kolaborasi inilah yang memungkinkan birokrasi, seperti proses lobbying untuk mendapatkan akses penyebaran informasi ke grup-grup yudisium dan wisuda, berjalan dengan lancar dan masif.

Pada akhirnya, pengelolaan data ini diekstraksi ke ruang penyimpanan dan akan diolah oleh tim DS dalam bentuk laporan serta presentasi untuk dipaparkan kepada para pimpinan kampus. Laporan inilah yang akan berbicara banyak mengenai arah kebijakan akademik UIN Jakarta ke depannya.

Keberhasilan Tracer Study tidak hanya bergantung pada canggihnya platform survei yang digunakan, melainkan sistem manajemen data yang sistematis serta sinergi yang erat antara stakeholder internal kampus (Pusat Karier, Dekanat, Prodi, KKN, hingga PIC angkatan). Pengelolaan data yang akurat dan kolaboratif ini menjadi fondasi serta langkah konkret kampus dalam mengevaluasi mutu pendidikan dan memetakan  jalan karier lulusan yang lebih terarah.

 

(Nayla Marsya/Noni Rachmatunisa/Sumber Gambar: Dok. Tim SMC)