Dukung Akreditasi dan Mutu Lulusan, Pusat Karier UIN Jakarta Perkuat Kolaborasi Tracer Study di Seluruh Fakultas
Tangerang Selatan, Berita Pusat Karier UIN Jakarta – Pusat Karier UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar kegiatan sosialisasi Tracer Study Season 11 di berbagai fakultas hingga Sekolah Pascasarjana (SPS) sepanjang bulan Agustus 2026. Rangkaian kegiatan ini bertujuan untuk membedah data keterserapan alumni di dunia kerja, mengevaluasi mutu dan metode pembelajaran, serta merumuskan strategi kolaboratif demi memenuhi kebutuhan akreditasi kampus.
Di Fakultas Adab dan Humaniora (FAH), tim Data Specialist Pusat Karier memaparkan bahwa total responden lulusan 2023-2025 telah mencapai 2.028 alumni, di mana 695 di antaranya belum bekerja dengan alasan utama sulit mendapat pekerjaan. Menghadapi tantangan pelacakan yang dulunya hanya mampu menyentuh 20% data melalui jalur telepon, FAH kini mengambil langkah tegas dengan mewajibkan pengisian Tracer Study sebelum mahasiswa mengambil toga. Untuk meningkatkan daya saing alumni, pihak FAH juga menyampaikan harapannya terhadap program pendampingan dari Pusat Karier. "Apakah bisa mahasiswa mendapat pembekalan terkait pembuatan CV dan simulasi wawancara kerja? Kami juga berharap Pusat Karier bisa mencarikan tempat sertifikasi BNSP yang gratis untuk memudahkan mahasiswa melatih skill mereka," ungkap perwakilan jajaran pimpinan FAH dalam forum tersebut.
Beralih ke Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), tingkat partisipasi wisudawan angkatan 135-138 tercatat baru mencapai 247 responden dari total 915 lulusan, dengan 84 di antaranya masih belum bekerja. Fakultas ini membidik pencapaian response rate Tracer Study hingga 70% dan sangat menyoroti pentingnya sinkronisasi data antar lembaga di internal kampus. "Data di Pusat Mutu UIN JKT apakah sama dengan yang Pusat Karier? Minta tolong disamakan. Ke depannya, dosen pembimbing skripsi juga dapat membantu mahasiswa untuk mengisi form Tracer Study," tegas perwakilan FDIKOM.
Sementara itu, di Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI), tercatat 43 alumni sudah bekerja dan 11 alumni belum mendapat pekerjaan dari total 63 responden yang masuk. Mayoritas lulusan ini terserap di institusi swasta sebagai staf, dengan masa tunggu mendapat pekerjaan kurang dari enam bulan. Menyadari masih perlunya dorongan besar untuk pengisian survei, Dekanat FDI menyampaikan apresiasi sekaligus keingintahuannya. "Pihak FDI sangat terbantu dari program Tracer Study dengan adanya ini bisa menjadi keseragaman. Namun, FDI bertanya sebenarnya apa problem para alumni FDI yang membuat malas untuk mengisi TS dan apakah ada cara lebih jitu untuk mengisi TS ini?" ujar perwakilan Dekanat FDI saat sesi diskusi.
Kondisi serupa juga dibahas di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) yang mencatatkan 196 responden dari 833 wisudawan tahun 2025. Mayoritas alumni FEB terserap di sektor swasta (89 orang) dan institusi pemerintah (22 orang) dengan rentang penghasilan setara UMR. Kendati serapan kerjanya dinilai positif, Pusat Karier memberi catatan evaluasi bahwa kompetensi IT dan komunikasi lulusan FEB masih perlu ditingkatkan lagi. Menyikapi hasil Tracer Study ini, pimpinan FEB mengutarakan komitmen penuhnya. "Pak Wadek sangat terbantu dengan Tracer Study ini untuk keperluan akreditasi. Ke depannya dipastikan agar saling berkoordinasi antara tendik FEB, anak KKN FEB, dan Pusat Karier, serta harus ada nomor khusus untuk informasi dan blasting," sebut pimpinan fakultas tersebut.
Di Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), data menunjukkan tingkat respons terendah ada di Program Studi Farmasi, dengan 51 wisudawan yang belum mengisi survei. Dari hasil survei yang terkumpul, mayoritas lulusan S1 maupun Profesi bekerja di sektor kesehatan dan medis, khususnya di rumah sakit swasta. Menanggapi evaluasi kelulusan tersebut, FIKES langsung memfokuskan langkah perbaikan yang konstruktif pada sarana prasarana dan kompetensi penunjang mahasiswanya. "Untuk menyikapi hasil evaluasi, kami telah memfasilitasi komputer baru di gedung laboratorium yang baru. Selain itu, guna meningkatkan kompetensi lulusan, mulai semester ini kami akan membuka kelas bahasa Inggris atau kelas bilingual, serta berkomitmen memaksimalkan target capaian pendataan di tahun ini," terang pihak FIKES merespons temuan data.
Lanjut ke Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) tampil dengan jumlah responden paling masif mencapai 1.104 alumni yang didominasi pekerja di sektor pendidikan swasta, sehingga fakultas berencana melakukan intervensi prodi untuk terus menekan angka pengangguran lulusan. Kabar baik juga hadir di Fakultas Sains dan Teknologi (FST), di mana Pusat Karier membawa rencana kerja sama internship dengan perusahaan asal Jepang, Linberg, yang akan segera disosialisasikan ke prodi-prodi terkait pada bulan Oktober mendatang.
Di sisi lain, evaluasi data teknis menjadi fokus di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) yang meminta perbaikan validitas pendataan IPK dan penjabaran spesifik per prodi untuk mengukur relevansi kerja lulusannya yang disyaratkan harus di atas 70%. Fakultas Psikologi (FPSI) mengusulkan penambahan opsi spesifik "wiraswasta" pada form keprofesian, sedangkan Fakultas Ushuluddin (FU) menyoroti penurunan indikator religius dan meminta dibukanya open recruitment pendata survei minimal lima orang per prodi.
Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) serta Sekolah Pascasarjana (SPS) pun turut aktif ambil bagian dalam membenahi instrumen pendataan ini. FSH mencatat hanya 11,4% alumninya yang bekerja spesifik di bidang hukum, sehingga membutuhkan rincian data mentah lebih lanjut untuk pemenuhan borang akreditasi. Sementara itu, SPS mengusulkan penyediaan terjemahan form Tracer Study dalam bahasa Arab dan penambahan pertanyaan evaluasi terkait ketepatan waktu lulus bagi mahasiswa jenjang pascasarjana.
Secara keseluruhan, seluruh rangkaian sosialisasi di tiap tiap fakultas dan sekolah pascasarjana ini ditutup dengan kesepakatan seragam untuk terus melanjutkan komunikasi dan koordinasi yang intensif antara fakultas dan Pusat Karier. Sinergi data yang berkelanjutan ini diyakini akan menjadi ujung tombak dalam memetakan potensi dan meningkatkan daya saing lulusan UIN Jakarta di pasar kerja profesional.
(Nayla M./Delaila C./Sumber Gambar: Dok. Tim SMC)
Galeri Kegiatan Sosialisasi Tracer Study









