DEAR CERTAINTY, AKU MEMILIH TERSESAT DULU: MEMAKNAI ALL THE POSSIBILITIES SEBAGAI KISAH TENTANG MENEMUKAN DIRI
Bagi banyak mahasiswa, salah satu pertanyaan yang paling sering muncul selama masa perkuliahan adalah, “Aku mau jadi apa nanti?”. Terdengar sederhana, ya? Padahal monolog tersebut membawa berbagai kegelisahan yang tidak sederhana. Di tengah banyaknya pilihan karier, organisasi, kompetisi, program pengembangan diri, sampai tuntutan untuk mempersiapkan masa depan sejak dini, tidak sedikit mahasiswa yang merasa harus segera menemukan jawaban yang pasti.
Namun, bagaimana kalau tidak semua hal harus segera diketahui sejak awal?
Lagu All the Possibilities dari TWS menyajikan sudut pandang yang lumayan menarik mengenai hal tersebut. Meskipun secara general lagu ini berbicara tentang perasaan terhadap seseorang, tetapi liriknya bisa dimaknai dari perspektif yang berbeda, lho, yakni terkait potensi, eksplorasi diri, dan berbagai kemungkinan yang belum ditemukan.
Salah satu bagian lirik yang menarik berbunyi, "Bring out a me that's even unfamiliar to myself". Jika diterjemahkan, kalimat tersebut dapat diartikan dengan “memunculkan diriku yang bahkan belum kukenal sebelumnya”. Di balik lirik tersebut, terdapat sebuah frasa yang dekat dengan kehidupan mahasiswa, di mana tantangan terbesar bukanlah menentukan tujuan akhir, melainkan menemukan sisi lain dari diri sendiri yang belum pernah terlihat sebelumnya. Jika dijelaskan melalui konsep possible selves, sebuah teori yang diperkenalkan oleh psikolog Hazel Markus dan Paula Nurius pada tahun 1986, konsep ini menerangkan bahwa manusia memiliki berbagai kemungkinan versi dirinya di masa depan. Seseorang tidak hanya memiliki satu identitas yang tetap, tetapi juga berbagai potensi yang dapat berkembang melalui pengalaman, lingkungan, dan pilihan yang diambil sepanjang hidupnya.
Tidak sedikit orang yang memasuki dunia perkuliahan dengan gambaran tertentu mengenai dirinya. Ada yang merasa hanya cocok berada di balik layar, tetapi kemudian menemukan dirinya nyaman berbicara di depan banyak orang setelah mengikuti organisasi. Ada yang awalnya tidak tertarik pada dunia kepemimpinan, tetapi justru berkembang menjadi koordinator tim yang bisa mengelola berbagai program, dan tidak sedikit pula yang akhirnya bekerja di bidang yang sama sekali berbeda dari rencana awal saat pertama kali memilih jurusan.
Gagasan tersebut muncul dalam lirik, "Now imagine me, beyond your expectations". Dilihat dari perspektif pengembangan diri, lirik tersebut menggambarkan bagaimana manusia sering kali berkembang melampaui gambaran yang sebelumnya mereka miliki tentang dirinya sendiri. Banyak mahasiswa membatasi potensinya berdasarkan kemampuan yang dimiliki saat ini. Padahal pengalaman baru sering kali membuka kemungkinan yang sebelumnya tidak pernah dipertimbangkan. Perkembangan terbesar justru muncul ketika seseorang berani keluar dari ekspektasi yang ia tetapkan untuk dirinya sendiri.
Lewat lirik lainnya, "Try out everything you want". Kalimat yang terdengar cukup sederhana, tetapi memiliki makna yang besar saat dikaitkan dengan perjalanan karier. Mahasiswa sering merasa takut mencoba sesuatu karena khawatir mengambil langkah yang salah. Takut memilih organisasi yang kurang sesuai, takut mengikuti kegiatan yang dianggap tidak sesuai dengan karier, atau takut gagal ketika mencoba bidang baru. Padahal kemampuan untuk mengeksplorasi berbagai kemungkinan sering menjadi bagian yang tidak luput dari proses pengembangan diri.
Lirik lain juga berbunyi, "Take me into your imagination". Sebelum seseorang menemukan jalannya, sering kali ia perlu membayangkan kemungkinan tersebut terlebih dahulu. Banyak pilihan karier berawal dari rasa ingin tahu yang sederhana, seperti membayangkan diri bekerja di bidang tertentu, mencoba pengalaman baru, atau mengeksplorasi minat yang belum pernah disentuh sebelumnya. Masa depan tidak selalu ditemukan melalui kepastian, tetapi melalui keberanian untuk membayangkan berbagai kemungkinan yang mungkin terjadi. Kondisi itu terlihat dalam perkembangan dunia kerja saat ini. Banyak profesi yang saat ini diminati bahkan belum terlalu dikenal satu dekade yang lalu. Hal tersebut cukup menunjukkan bahwa masa depan karier tidak selalu berbentuk satu jalur yang lurus dan dapat diprediksi sejak awal karena masa depan sering terbentuk melalui berbagai kemungkinan yang muncul sepanjang perjalanan.
Seluruh pembahasan tersebut terasa selaras dengan bagian utama lagu, "I'll become all the possibilities for you". Meskipun ditulis dalam hubungan antarmanusia, kalimat tersebut dapat dimaknai sebagai representasi dari banyaknya kemungkinan yang dimiliki seseorang dalam perjalanan hidupnya. Manusia tidak selalu berkembang dalam satu arah yang tetap. Ada minat yang berubah, kemampuan yang baru ditemukan, dan pengalaman yang mengubah cara seseorang memandang masa depannya. Jadi, proses menemukan diri bukan tentang memilih satu kemungkinan yang sempurna, melainkan memberi ruang bagi berbagai kemungkinan untuk tumbuh.
Sobat Karier, di tengah banyaknya pilihan yang tersedia saat ini, mungkin tidak semua pertanyaan tentang masa depan harus segera dijawab. Ada kemampuan yang belum ditemukan, minat yang belum disadari, dan potensi yang masih menunggu untuk berkembang. Pada beberapa perjalanan, manusia tidak selalu tumbuh karena telah mengetahui seluruh jawabannya sejak awal, melainkan karena berani membuka diri terhadap kemungkinan-kemungkinan yang belum pernah dibayangkan sebelumnya. Melalui All the Possibilities oleh TWS, dapat dimaknai sebagai pengingat bahwa manusia memiliki lebih banyak potensi daripada yang sering mereka sadari. Banyak pilihan yang terkadang membingungkan, tetapi yang paling penting bukanlah menemukan satu jalan yang sempurna, melainkan memberi diri sendiri kesempatan untuk terus bertumbuh melalui berbagai kemungkinan yang ada.
(Kintan A.)
