Pekan Konseling: Resilient Mind, Future-Ready Steps

Pekan Konseling: Resilient Mind, Future-Ready Steps

Pusat Karier UIN Jakarta telah melaksanakan kegiatan Pekan Konseling bertema Resilient Mind, Future-Ready Steps sebagai bentuk pemberian layanan dukungan psikologis tahap awal bagi mahasiswa. Program ini hadir sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan mahasiswa dalam menghadapi berbagai permasalahan, baik itu dalam hal akademik, perencaan karier, ataupun permasalahan personal yang memengaruhi proses pengambilan keputusan.

Kegiatan Pekan Konseling diselenggarakan pada 6 sampai 18 April dan dilaksanakan secara dalam jaringan (daring) melalui platform Zoom Meeting. Pemilihan metode daring ini bertujuan untuk memberikan kemudahan akses bagi seluruh mahasiswa dari berbagai fakultas di lingkungan UIN Jakarta sehingga mereka dapat mengikuti sesi konseling secara fleksibel tanpa terhambat oleh lokasi. Kegiatan ini diikuti oleh 136 mahasiswa sebagai peserta konseling, didukung oleh 56 dosen yang mendaftarkan diri sebagai konselor (dengan 50 dosen di antaranya aktif mengisi jadwal sesi konseling). 

Pekan Konseling menyediakan tiga jenis layanan utama yang dapat dipilih sesuai kebutuhan peserta, yaitu konseling akademik, konseling karier, dan konseling personal. Setiap sesi konseling dilaksanakan secara private dan bersifat rahasia sehingga peserta memiliki ruang yang aman saat menyampaikan berbagai permasalahan. Konselor tidak hanya berperan sebagai pendengar, tetapi juga membantu peserta untuk memberikan masukan atau solusi, apresiasi, dan langkah-langkah yang dapat diambil ke depannya. Pelaksanaan kegiatan dimulai dari proses pendaftaran. Kemudian, peserta dijadwalkan untuk mengikuti sesi konseling bersama konselor yang telah dipilih.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan menekankan pentingnya peran Pusat Karier dalam mendampingi mahasiswa di era globalisasi.

Beliau menyampaikan, "Dalam impian kita semua sebenarnya di masa depan, Pusat Karier harus memiliki satu lembaga konseling yang betul-betul memayungi mahasiswa yang sedang menghadapi (masalah) di dalam dunia ini. Pusat konseling semacam ini sangat penting dalam memetakan apa sebenarnya yang dimiliki mahasiswa, pengembangan skill-nya, prestasi akademiknya, maupun juga kesiapannya."

Dukungan serupa juga disampaikan oleh Bapak Hamdy yang mengapresiasi kolaborasi lintas fakultas dalam program ini.

"Terima kasih banyak kepada dosen dan para pimpinan di fakultas yang selalu menyambut baik program-program dari Pusat Karier. Kita berusaha memulihkan semangat belajar mahasiswa," tuturnya.

Mentor fakultas, Pk. 2

(Gambar 1. Distribusi mentor berdasarkan fakultas)

Hasil evaluasi kegiatan didukung oleh visualisasi data dalam bentuk diagram yang menggambarkan berbagai aspek pelaksanaan Pekan Konseling. Diagram tersebut menunjukkan persebaran mentor yang terlibat dalam Pekan Konseling berdasarkan fakultas asalnya. Terlihat bahwa mentor berasal dari berbagai fakultas di UIN Jakarta yang mencerminkan bahwa layanan konseling didukung oleh beragam latar belakang keilmuan sehingga peserta dapat memperoleh sudut pandang yang lebih luas sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

J/K mentor, Pk. 3

(Gambar 2. Proporsi jenis kelamin mentor)

Dari diagram tersebut, perbandingan jenis kelamin mentor yang terlibat, didominasi oleh mentor perempuan. Komposisi ini tetap menunjukkan adanya keberagaman dalam tim konselor sehingga peserta memiliki pilihan dalam menentukan kenyamanan selama sesi konseling.

Kepuasan mentor, Pk.4

(Gambar 3. Rata-rata tingkat kepuasan mentor pada skala 1-5)

Diagram tersebut menunjukkan tingkat kepuasan mentor terhadap pelaksanaan Pekan Konseling yang diukur menggunakan skala 1 sampai 5. Sebagian besar mentor memberikan penilaian tertinggi, yaitu 5, tetapi terdapat pula penilaian pada angka 4 dan 4,5 yang menunjukkan bahwa kegiatan telah berjalan dengan baik dan mampu memenuhi ekspektasi mentor, meskipun masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan untuk memperbaiki kualitas pelaksanaan kegiatan ke depannya, baik dari segi teknis, alur pelaksanaan, maupun efektivitas sesi konseling.

J. K. Peserta, Pk. 8

(Gambar 4. Distribusi jenis kelamin peserta pekan konseling)

Diagram tersebut menunjukkan distribusi jenis kelamin mahasiswa yang mengikuti Pekan Konseling yang didominasi oleh peserta perempuan yang mencerminkan bahwa partisipasi mahasiswi dalam kegiatan konseling cenderung lebih tinggi dibandingkan mahasiswa.

Asal fakultas, pk. 6

(Gambar 5. Distribusi asal fakultas mahasiswa peserta pekan konseling)

Diagram di atas menunjukkan persebaran mahasiswa peserta Pekan Konseling berdasarkan fakultas asal. Terlihat bahwa partisipasi tertinggi berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dan Fakultas Adab dan Humaniora, dengan persentase yang relatif sama besar sehingga menunjukkan bahwa minat terhadap layanan konseling cukup tinggi pada fakultas-fakultas tersebut.

D.Semester, Pk. 7

(Gambar 6. Distribusi semester mahasiswa pekan konseling)

Pada diagram di atas terlihat bahwa mayoritas peserta berasal dari semester 2 dan semester 6 yang mencerminkan bahwa kebutuhan terhadap layanan konseling muncul pada fase awal perkuliahan di mana saat mahasiswa masih dalam proses adaptasi dan pada fase menjelang akhir studi saat mahasiswa mulai dihadapkan pada penentuan arah karier dan langkah setelah lulus.

Kepuasan mhs, pk. 5

(Gambar 7. Rata-rata skor kepuasan mahasiswa skala 1-5)

Terakhir, pada data di atas menunjukkan tingkat kepuasan mahasiswa terhadap pelaksanaan Pekan Konseling yang diukur menggunakan skala 1 sampai 5. Secara umum, penilaian mahasiswa berada pada kategori tinggi yang menunjukkan bahwa layanan konseling dinilai bermanfaat dan mampu menjawab kebutuhan peserta.

Pekan Konseling: Resilient Mind, Future-Ready Steps yang diselenggarakan oleh Pusat Karier UIN Jakarta pada 6-18 April telah berjalan dengan lancar dan mendapat respons positif dari para peserta maupun mentor. Kegiatan ini berhasil memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh dukungan awal dalam menghadapi berbagai tantangan akademik, karier, dan personal melalui layanan konseling yang bersifat privat dan terarah, juga melibatkan partisipasi dari dosen lintas fakultas sebagai konselor. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan Pekan Konseling dapat terus menjadi salah satu bentuk layanan yang mendukung pengembangan diri mahasiswa dalam menjalani proses perkuliahan dan mempersiapkan langkah ke depan.

 

(Kintan A. dan Nayla T./ Sumber: Data diolah oleh Divisi Data Specialist, Internship Pusat Karier UIN Jakarta)