BACKGROUND NOISE BERNAMA KEHIDUPAN: SEBUAH CATATAN TENTANG LANGUISHING DI TENGAH BERBAGAI KESIBUKAN
Manusia sering kali menghabiskan banyak waktu untuk bergerak dari satu aktivitas ke aktivitas berikutnya. Ada tugas yang harus diselesaikan, rapat yang harus dihadiri, target yang harus dicapai, sampai berbagai rencana masa depan yang terus dipikirkan. Di tengah berbagai kesibukan tersebut, tidak sedikit orang yang tetap menjalani harinya seperti biasa, tetapi merasa ada sesuatu yang perlahan menghilang. Tidak merasa benar-benar sedih, tetapi juga tidak merasa bahagia... perasaan yang sulit dijelaskan, 'kan?
Umumnya kondisi tersebut dikenal sebagai languishing, istilah dalam psikologi yang menggambarkan keadaan ketika seseorang tidak berada dalam kondisi kesehatan mental yang buruk, tetapi juga tidak berada dalam kondisi yang benar-benar baik. Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh sosiolog Corey Keyes pada tahun 2002 dan semakin dikenal luas melalui pembahasan psikolog Adam Grant mengenai kesehatan mental selama masa pandemi. Berbeda dengan depresi yang umumnya ditandai oleh kesedihan, languishing muncul dalam bentuk yang calm. Seseorang tetap dapat menjalani aktivitasnya, tetapi kehilangan rasa antusias, arah, atau keterhubungan dalam hidup yang sedang dijalani. Oleh karena itu, kondisi ini kurang disadari, baik oleh diri sendiri maupun oleh orang-orang di sekitarnya.
Sobat Karier, dampak media sosial tidak selalu muncul dalam bentuk rasa iri atau keinginan untuk mengejar pencapaian yang sama. Berbagai informasi membuat seseorang semakin sulit memberikan perhatian pada kehidupannya sendiri. Pikiran terus berpindah dari satu hal ke hal lain, sementara aktivitas yang sedang berlangsung hanya terlewat begitu saja. Hal tersebut dapat dilihat dari kebiasaan yang muncul dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh, seseorang menghadiri sebuah acara tanpa benar-benar mengingat apa yang terjadi di dalamnya. Kemudian seseorang yang menyelesaikan berbagai aktivitas dalam satu hari, tetapi kesulitan menjelaskan hal apa yang paling berkesan dari hari tersebut. Languishing muncul saat hari-hari berjalan seperti biasanya. Tidak ada masalah besar yang sedang dihadapi, tetapi juga tidak ada hal yang terasa bermakna. Rutinitas tetap berjalan dan berbagai aktivitas masih dapat diselesaikan, tetapi semuanya berlalu tanpa meninggalkan kesan yang mendalam. Aktivitas yang dulu terasa menyenangkan berubah menjadi kewajiban. Hobi yang dulu dinantikan mulai terasa biasa saja, juga pencapaian yang sebelumnya terasa membanggakan dapat kehilangan maknanya lebih cepat dari yang dibayangkan.
Manusia dapat merasa lelah bukan karena terlalu banyak pekerjaan, tetapi karena terlalu lama menjalani kehidupan tanpa keterhubungan emosional terhadap apa yang dilakukan. Salah satu hal yang membuat languishing sulit dikenali adalah karena kondisi itu menyamar sebagai kehidupan yang baik-baik saja. Sobat Karier, tidak semua waktu luang harus diisi dengan produktivitas. Tidak semua jeda harus dianggap sebagai kemunduran. Ada kalanya Sobat Karier perlu beristirahat untuk kembali merasakan tujuan yang sedang dijalani saat ini.
(Kintan A./ Sumber Gambar: Pinterest)
